MENGAPA TIDAK TERASA, JIKA MEMANG ADA

Diawali dari perasaan senasib dan seperjuangan, semangt itu berkobar menjadi sebuah gerakan yang menuntut adanya perhatian “khusus”. terlepas dari hak dan kewajiban, konstitusi memberikan peluang untuk dimanfaatkan. itulah yg mungkin dapat tergambar dari implikasi kultur kemasayarakatan tersebut dalam melakukan pengembangan secara keseluruhan. indikasi ini sudah menjadi issu utama dalam paradigmatik civil society.

Hal ini dapat dilihat dari munculnya bermacam format civil society seperti ikatan, himpunan, aliansi, front, gabungan, serikat dll. secara keseluruhan institusi lokal yang notabene mengatasnamakan masyarakat dengan dalih kesejahteraan umum akan memegang peranan sebagai alur pergerakan politik lokal yg terlepas dari pro ataupun kontra terhadap kepentingan lokal. inilah sebuah permasalahan dalam sebuah akselerasi pembangunan, karena berbagai kepentingan berbenturan dalam sebuah wadah pembangunan.

Disadari atau tidak, ada sebuah hal yg mendasar dalam implikasi tersebut, yaitu pada fundamental terbentuknya sebuah institusi dalam konteks civil society. yg tidak didasari oleh Good will (niat baik). sehingga dalam perjalanannya selalu dihadapi dengan berbagai persoalan pelik, dari sistematika rekruitment, pembagian tugas dalam perspektif visi-misi,metode transformasi nilai yang melibatkan kepentingan, sampai masalah klasik yang bersifat sekuler. sehingga efeknya, institusi itu tidak dapat bekerja maksimal bahkan hanya bersifat insedental yang lebih mengarah pada proyeksi.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengajak segenap individu untuk berpikir pragmatis dalam menyikapi segelintir persoalan yg dihadapi bangsa ini secara keseluruhan maupun daerah yg lebih spesifik tanpa indikasi primordial. impian menghirup angin segar pembangunan, tidak menjadi hal yang sia-sia jika keterlibatan masyarakat didasari oleh partisipasi bukan mobilisasi. karena intervensi (sifat lain Mobilisasi) selalu mengarah pada hal-hal yang bersifat kepentingan. kompleksitas ini diharapkan tidak mejadi sebuah opini negatif pada intitusi secara keseluruhan, karena perspektif ini tidak menggeneralisasikan bahwa intitusi itu sebagai “Benalu” dalam pembangunan. Tetapi mari kita spesifikasikan institusi berdasarkan fungsi dan perannya dalam melengkapi sub-sub sistem yang bersifat intrumental. dengan kata lain mari kita melihat sisi baiknya dalam konteks demokratisasi, yg independen dan angkutabel.

Tidak ada Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar